Kabar Masjid Al-Aqsha de Latinos
  • Home
  • Kabar Masjid
  • LAZ Al-Aqsha
  • Ummahat
  • Kajian
  • Aqsha Qurban
No Result
View All Result
  • Home
  • Kabar Masjid
  • LAZ Al-Aqsha
  • Ummahat
  • Kajian
  • Aqsha Qurban
No Result
View All Result
Kabar Masjid Al-Aqsha de Latinos
No Result
View All Result
Home Ibrah

Mulia karena Memberi Manfaat

Oleh: Masrokan/Hidayatullah

Oleh admin
Jum, 19 Mar 2021 - 12:36
Mulia karena Memberi Manfaat
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Syaikh Aidh Al-Qarni dalam Laa Tahzan-nya berkisah, “Suatu ketika, saya i’tikaf di Masjidil Haram pada saat cuaca sangat panas, sekitar satu jam menjelang shalat Zhuhur. Tiba-tiba seorang lelaki yang sudah sangat tua berdiri dan memberikan air dingin kepada orang-orang yang hadir di tempat itu. Kedua tangannya masing-masing memegang gelas. Dia memberi minum jama’ah shalat dengan air Zam Zam.

Setelah seseorang selesai minum, dia kembali mengambil air dan memberi minum kepada yang lain. Sudah sekian banyak orang yang telah dia beri minum. Saya lihat keringatnya mengucur deras, sedangkan orang-orang hanya duduk menunggu giliran mendapatkan air minum dari orang tua itu. Saya kagum pada semangat, kesabaran dan kecintaannya kepada kebaikan, serta wajahnya yang selalu menebar senyum saat memberi minum.

Akhirnya, saya tahu bahwa kebaikan itu sangat mudah dilakukan oleh siapa yang dimudahkan Allah untuk melakukannya. Allah memiliki simpanan kebaikan yang banyak sekali, yang akan dikaruniakan kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah juga mengalirkan keutamaan, meski sedikit, kepada orang-orang baik yang senang melakukan kebaikan kepada sesama. Dan Allah tidak senang melihat keburukan menimpa sesama.” (La Tahzan, Syaikh Aidh Al Qarni).

Menjaga Kemuliaan Diri

Manusia adalah makhluk Allah yang diberi kelebihan di atas makhluk lainnya. Bentuknya lebih sempurna dan lebih bagus daripada jenis mahkluk yang lain. Manusia dapat berdiri tegak di atas kedua kakinya, makan dan minum dengan kedua tangannya. Sedang jenis makhluk binatang berjalan di atas empat kakinya, makan dan minum dengan mulutnya. Manusia dikaruniai pendengaran, penglihatan dan hati yang berguna untuk memahami dan meneliti segala sesuatu, membedakan yang bermanfaat dan yang mudharat dalam soal duniawi maupun ukhrawi.

Manusia dikaruniai rezeki berupa makanan dari daging, buah-buahan, susu dan jenis makanan lain yang lezat. Manusia juga dapat menutupi tubuh dan auratnya dengan pakaian yang dibuatnya sendiri dari berbagai ragam bahan yang dikaruniakan Allah kepadanya. Demikianlah kelebihan manusia dibanding makhluk lainnya. Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam. Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (Al Israa : 70).

Dengan berbagai kelebihan itu, manusia berpeluang menjadi hamba Allah yang terbaik dan termulia. Namun patut dicatat, manusia tak serta merta akan tetap mulia dengan berbagai kelebihan yang dimiliki itu. Kemuliaan itu akan sirna bila tak dijaga. Upaya menjaga kemuliaan itu di antaranya dengan berperilaku mulia. Seperti itulah semestinya orang beriman.

Patutlah kita renungi firman Allah SWT:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ

ثُمَّ رَدَدْنٰهُ اَسْفَلَ سَافِلِيْنَۙ –

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍۗ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka pahala yang tiada putus putusnya.“ (At Tiin: 4-6).

Ayat tersebut menjelaskan, awalnya manusia diciptakan Allah dalam sebaik-baik bentuk. Setelah lahir ke dunia, berangsurlah manusia itu bertubuh kuat dan bisa berjalan. Akal pun berkembang, sampai dewasa, sampai puncak kemegahan umur.

Kemudian, manusia dikembalikan ke tempat yang serendah-rendahnya. Maksudnya, kekuatan tubuh yang awalnya kuat dan gagah berangsur menurun. Berangsur pula menjadi tua. Badan dan pikiran pun menjadi semakin lemah. Tenaga juga makin berkurang. Di saat itulah, manusia kembali menjadi seperti anak-anak, berharap akan belas kasih anak cucu.  

Ringan Menebar Manfaat

Apa yang dilakukan oleh orangtua pada kisah di atas, patutlah menjadi spirit bagi kita untuk ringan menebar manfaat. Meski usianya telah senja, tapi semangatnya untuk menebar manfaat masih tetap menyala. Tentu, kita juga semestinya seperti itu. Apalagi bila usia kita masih muda, mestinya lebih bersemangat lagi untuk menebar manfaat.

Potensi apa saja yang kita miliki, seperti usia muda, tubuh yang kuat, akal yang cerdas, harta dan kuasa yang kita miliki dan potensi lainnya, patutlah kita jadikan energi untuk menebar manfaat. Sehingga potensi yang ada ini menjadikan kita sebagai hamba terbaik. Kita meyakini, orang terbaik bukan sekedar yang berharta banyak, berkedudukan dan berstatus sosial tinggi. Tetapi, orang terbaik adalah orang yang bisa memberikan yang terbaik untuk sesamanya.

Rasulullah SAW bersabda,

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.” (Hr. Daruqutni dan At-Thabrani).

Menjadi apapun dan di manapun, seyogyanya kita tampil sebagai sosok yang ringan menebar kebaikan. Sehingga kehadiran kita tak sekedar menambah jumlah. Tetapi, kehadiran kita betul-betul bisa memberi arti. Orang lain berbahagia dengan kehadiran kita. Sebab, selalu manfaat dan kebaikanlah yang kita tebarkan.

Menebar kebaikan tidaklah sulit. Kuncinya adalah kemauan. Potensi apapun yang kita miliki bisa menjadi sarana untuk menebar manfaat. Harta berlebih, bisa kita sedekahkan kepada orang yang tak berpunya. Ilmu yang kita miliki bisa kita ajarkan kepada orang lain. Hingga kekuasaan yang kita genggam, bisa kita manfaatkan untuk menolong orang yang terdzalimi, mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada kemashlahatan orang banyak.

Allah SWT menyerukan, “……Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu……” (Al Qashash : 77).

Memberi itu Bahagia

Syaikh Aidh Al-Qarni menuturkan, “Orang yang pertama kali akan dapat merasakan manfaat memberi itu adalah pihak yang memberi itu sendiri. Mereka akan merasakan ‘buah’ memberi seketika itu juga, dalam jiwa, akhlaq dan nuraninya. Sehingga mereka selalu lapang dada, merasa tenang, tenteram dan damai.”

Sungguh, umur kita di dunia ini amat terbatas. Maka, tebarkanlah manfaat sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya dalam waktu yang terbatas ini. Dengan spirit menebar manfaat ini, sebenarnya kita telah membuat umur yang terbatas ini menjadi panjang tak terbatas. Karena kebaikan-kebaikan yang telah kita ukir akan terus dikenang. Jasad kita boleh tertanam di bumi, tapi kebaikan-kebaikan kita akan selalu dikenang di muka bumi. Meski umur biologis kita telah berakhir, tapi ukiran kebaikan kita akan berumur panjang tak terbatas. Untuk itu, marilah kita berlomba menebar kebaikan di tengah kehidupan. Allahu a’lamu bishshowab.

Artikel Terkait

Syekhah Rahmah, Pembangun Peradaban Perempuan
Ibrah

Syekhah Rahmah, Pembangun Peradaban Perempuan

03/05/2021 14:54
Memahami Kebenaran Mutlak dan Relatif
Ibrah

Memahami Kebenaran Mutlak dan Relatif

22/03/2021 14:35
Kisah Kemuliaan Dari Punggung Unta
Ibrah

Kisah Kemuliaan Dari Punggung Unta

04/03/2021 01:33
Periksa Harta Anda, Halal, Haram atau Syubhat?
Ibrah

Periksa Harta Anda, Halal, Haram atau Syubhat?

17/02/2021 15:48
‘Lupakan saja Dream Bookmu’
Ibrah

‘Lupakan saja Dream Bookmu’

05/02/2021 12:01
Ingat Hisabmu, Ingat Jalan Hidupmu
Ibrah

Ingat Hisabmu, Ingat Jalan Hidupmu

31/01/2021 14:55

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru

Masjid Al-Aqsha BSD Potong 161 Ekor Hewan Qurban Senilai Rp2,183 M

Masjid Al-Aqsha BSD Potong 161 Ekor Hewan Qurban Senilai Rp2,183 M

8 Jun 2025
Pecah Rekor, Share n Care 2025 Masjid Al-Aqsha Delatinos Kumpulkan Dana Rp672 Juta

Pecah Rekor, Share n Care 2025 Masjid Al-Aqsha Delatinos Kumpulkan Dana Rp672 Juta

15 Mar 2025
Gelar Bazar Pakaian, Jemaah Masjid Al-Aqsha Delatinos Berbagi untuk Palestina

Gelar Bazar Pakaian, Jemaah Masjid Al-Aqsha Delatinos Berbagi untuk Palestina

24 Feb 2025
Pawai Obor Menyambut Ramadhan, Antusiasme Warga Tumbuh Tinggi

Pawai Obor Menyambut Ramadhan, Antusiasme Warga Tumbuh Tinggi

23 Feb 2025
logo-alaqsha-footer

Alamat

Cluster Brazilia Delatinos BSD Serpong, Serpong, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15318

Email: redaksi@alaqshadelatinos.org

Media Partner

  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 by MediatrustPR. All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Aqsha Qurban
  • Berita Dunia Islam
  • Kabar Masjid
  • Info DKM
    • LAZ Al-Aqsha
    • Aqsha Mart
    • Aqsha Clinic
    • Aqsha Mualaf Center
    • Ummahat Al-Aqsha
    • Aqsha Share & Care
    • Madrasah Bisnis Al-Aqsha
    • Aqsha Muda (AQMA)
    • TPA Al-Aqsha
    • Aqsha Scholarship
  • Profil Jamaah
  • Lapak Jamaah
  • Ummahat
  • Kajian
  • Rangkuman Pengajian
  • Ibrah
  • Gaya Hidup Muslim
  • Aqsha Go West
  • Parade Foto

© 2026 by MediatrustPR. All Right Reserved.