Alaqshadelatinos.org – Masjid Al Aqsha De Latinos di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) mencatat pencapaian besar pada Idul Adha 1444 Hijriah. Sebanyak 61 sapi dan 72 domba/kambing senilai total Rp 1,7 miliar berhasil dikurbankan dan dipotong dalam satu hari.
Jumlah tersebut melampaui realisasi kurban tahun sebelumnya, yang mencatatkan 67 sapi dan 60 domba/kambing dengan nilai sekitar Rp 1,65 miliar.
“Alhamdulillah semangat berbagi warga masih tinggi,” ujar Ketua DKM Al Aqsha De Latinos, Abu Ihsan alias Edy Sugondo, dalam keterangan tertulis, Kamis (29/6/2023).
Pelaksanaan pemotongan dilakukan dengan bantuan jagal profesional selain dari jamaah masjid, guna mempercepat proses.
“Kalau jamaah sendiri yang melakukan, tak akan selesai sehari,” jelas Abu Ihsan.
Semangat kurban tahun ini juga ditandai dengan adanya partisipasi luar biasa dari jamaah. Bahkan, seekor sapi limosin berbobot 935 kilogram turut dikurbankan. Menariknya, ada juga non-Muslim yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Mereka akhirnya lega setelah kami terangkan bahwa partisipasinya kami catat sebagai hadiah, bukan kurban. Ini mencerminkan harmonisnya kehidupan di De Latinos,” tutur Abu Ihsan.
Semua hewan yang dikurbankan dipotong di area masjid, tanpa ada yang dikeluarkan hidup-hidup.
“Tidak ada hewan yang keluar dalam keadaan hidup, semua kita potong di sini, karena ini amanah,” tegasnya.
Panitia juga menyediakan layanan daring untuk memantau proses pemotongan. Jamaah diperbolehkan menyaksikan secara langsung atau bahkan ikut memotong setelah mendapat pelatihan sehari sebelumnya.
“H-1 kami memberikan pembekalan bagaimana memotong hewan kurban yang baik dan sesuai sunah,” tambah Abu Ihsan.
Distribusi daging kurban diprioritaskan untuk warga sekitar masjid, termasuk petugas keamanan, sopir, penyapu jalan, hingga tukang ojek. Daging juga disalurkan ke tiga kelurahan sekitar, pesantren, rumah yatim, dan mushola yang mengajukan permohonan.
“Mereka yang meminta akan kami berikan hewan yang sudah terpotong, dan mereka harus menjemputnya,” kata Abu Ihsan.
Dua Kali Shalat Id, Fasilitasi Perbedaan
Selain sukses dalam pelaksanaan kurban, Masjid Al Aqsha De Latinos juga dikenal rutin menggelar dua kali shalat Id saat terjadi perbedaan penetapan hari raya di Indonesia.
“Mengapa kita menyelenggarakan dua kali shalat? Karena itulah fungsi masjid, memfasilitasi jamaahnya,” ujar Yayan Mulyana, Sekjen DKM Al Aqsha.
Di lingkungan De Latinos, sekitar 37 persen warga beragama Islam. Meski minoritas, Yayan menegaskan kekompakan umat tetap terjaga, bahkan dengan perbedaan latar belakang organisasi keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah.
“Kami pasti menggelar dua kali shalat jika ada perbedaan saat hari raya, dan itu kita umumkan secara terbuka,” imbuh Yayan.
Langkah ini ternyata menarik perhatian warga luar kompleks untuk ikut melaksanakan shalat Id di Masjid Al Aqsha, meski kadang menyebabkan kemacetan.
“Kami sungguh minta maaf jika ada yang terganggu banyaknya jamaah datang dan menyebabkan macet di lingkungan kompleks. Kami akan terus melakukan evaluasi dan memperbaikinya,” kata Yayan.
Ia berharap langkah ini bisa mempererat persatuan umat dan menumbuhkan rasa saling menghargai di tengah perbedaan.
“Memang mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil alamin itu tidak mudah, namun paling tidak, kami sudah ada di jalur yang benar, bismillah,” ujar Yayan optimistis.
Sumber: ANTARA







