Kabar Masjid Al-Aqsha de Latinos
  • Home
  • Kabar Masjid
  • LAZ Al-Aqsha
  • Ummahat
  • Kajian
  • Aqsha Qurban
No Result
View All Result
  • Home
  • Kabar Masjid
  • LAZ Al-Aqsha
  • Ummahat
  • Kajian
  • Aqsha Qurban
No Result
View All Result
Kabar Masjid Al-Aqsha de Latinos
No Result
View All Result
Home Kajian

UAS Ungkap Lima Tantangan dan Strategi Dakwah di Era Digital

Oleh: Redaksi

Oleh admin
Sen, 08 Feb 2021 - 16:54
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Ustaz Abdul Somad (UAS) mengungkapkan lima tantangan dan strategi dakwah di era digital, dalam tabligh akbar Masjid Al-Aqsha De Latinos, BSD, Tangerang Selatan secara daring. Menurutnya strategi perlu diubah karena perubahan yang signifikan terjadi sejak seratus tahun ke belakang.

“Dalam sejarah Nabi Ibrahim AS, Musa AS, Isa AS, dan Muhammad SAW, perubahan dakwah tidak terlalu jauh, sama-sama direct, langsung. Tidak ada loncatan luar biasa. Namun seratus tahun belakang, teknologi, transportasi melejit. Bahkan komunikasi luar biasa berkembang dalam 20 tahun belakangan,” kata UAS, Senin (8/2).

Dia mengatakan jika kemajuan teknologi bagai pisau bermata dua. Bisa untuk kemaslahatan umat namun bisa juga menjadi bumerang. Untuk itu dia menjelaskan strategi berdakwah di era digital sekarang ini.

“Pertama yaitu manajemen waktu. Tantangannya kita hapir tidak punya waktu untuk diri sendiri, dari bangun tidur sampai mau tidur lihat handphone. Kita harus punya manajemen waktu yang tepat, gunakan handphone secara cerdas,” ujarnya.

UAS mengatakan jika handphone yang dimiliki harus bermanfaat. Jika lebih banyak membawa mudarat maka sebaiknya mengevaluasi diri. Karena apapun yang dimiliki akan dipertanggung jawabkan di dunia dan akhirat.

“Coba hitung berapa kali kita membuka handphone dan berapa kali kita membuka alquran dan shalawat. Alhamdulillah sekarang ada aplikasi di handphone, tapi tidak banyak yang menggunakan. Mengapa waktu cepat berlaku, karena waktu kita dihabiskan oleh media sosial, televisi dll,” jelas UAS.

Strategi yang kedua yaitu memanfaatkan media yang ada. UAS mengibaratkan jika saat ini media mampu menembus ruang dan waktu, sehingga harus memanfaatkannya untuk menimba ilmu.
“Kita berada di kampung yang kecil, tidak ada sekat lagi. Kita bisa berkomunikasi dan mengakses berita dari manapun. Bagaimana manfaatkan tontonan jadi tuntunan. Coba infentarisir, sebagai contoh kalau mau belajar agama buka channel Buya Yahya, belajar manajemen kalbu buka channel Aa Gym, kajian alquran dan hadis buka Ustaz Adi Hidayat. Kita harus punya siasat agar tidak lepas dari ilmu pengetahuan tentang Islam,” paparnya.

Selain itu, kata UAS, saat ini manusia sudah tidak bertemu atau bertatap muka saat kajian. Untuk itu strategi yang ketiga yaitu membuat jamaah atau kelompok di media sosial dan media komunikasi. Masa pandemi Covid-19 jangan menjadi alas an untu menyebarkan kebaikan.

“Dulu nabi dikelilingi sahabat dan bisa melihat dan mendengarkan apa yang dikatakan nabi. Dulu orang punya kajian, sekarang kita tidak ketemu orang, maka kita harus ada grup jamaah,” kata dia.
“Buat akun instargam, grup facebook, grup WA sebarkan kebaikan. Kalau kehadiran bisa merubah orang atau merubah kita jauh lebih baik maka lanjutkan, jika bertambah dosa maka tinggalkan. Bertemu dengan baik, dengan orang baik,” imbuhnya.

Mantan dosen UIN tersebut juga menjelaskan, jika nabi diutus sesuai dengan keadaan zaman. Nabi Musa AS hadir dikala manusia mahir menggunakan ilmu sihir, maka Allah SWT memberikan mukjizat seperti sihir. Nabi Isa AS hebat akan pengobatannya hingga bisa mengobati orang lumpuh hingga buta.

“Nabi Muhammad SAW diturunkan Alquran sebagai pedoman manusia di akhir zaman. Sekarang zaman teknologi . Bagaiman a strategi menjadikan teknologi sebagi dakwah. Mengajak kebaikan nggak harus doktor, siapapun bisa. Namun untukmengajarkan hukum Islam harus orang berilmu,” ujar UAS.

Untuk itu, strategi yang keempat adalah menggunakan teknologi sebagai sarana dakwah sesuai perkembangan zaman. Karena, kata UAS, ajakan bisa melalui apa saja. Teknologi harus jadikan sarana dakwah, namun itu bukan tujuan.

Terakhir strategi dalam berdakwah yaitu di era milenial harus mempunyai pengetahuan karena jika tidak mempunyai hal tersebut akan mudah terkena tiup daya. Uas menyontohkan tentang bagaimana orang tua ditipu anaknya karena tidak paham teknologi.

“Jika orang tua yang tidak punya ilmu akan dikadalin anaknya. Berapa banyak orang tua yang dikerjain anaknya, tiba-tiba ada tagihan dari belanja online dll. Jadi musti kursus (belajar). Tidak ada salahnya masjid buat kursus orangtua mengerti teknologi,” jelasnya.

Dia menceritakan, dahulu orang tua cukup memagari rumah, untuk menghentikan tamu tak diundang. Namun sekarang tamu tersebut bisa masuk ke kamar melalui teknologi. (msh)

Artikel Terkait

Kabar Masjid

Membersamai Anak dalam Fase Pencarian Jati Diri

19/02/2025 13:06
Mengapa Doa Kita Belum Dikabulkan?
Kajian

Mengapa Doa Kita Belum Dikabulkan?

04/12/2023 10:39
Hakikat Hidup Zuhud
Kajian

Hakikat Hidup Zuhud

28/11/2023 11:03
Perempuan Menjadi Khatib Jumat? Inilah Pendapat Madzhab Empat
Kajian

Perempuan Menjadi Khatib Jumat? Inilah Pendapat Madzhab Empat

24/11/2023 09:58
Tiga Macam Hati menurut Ibnul Qayyim al-Jauzi
Kajian

Tiga Macam Hati menurut Ibnul Qayyim al-Jauzi

23/11/2023 11:13
Kajian Kitab: Taaruf Ilmu
Kajian

Sungguh-Sungguh Meraih Ilmu

21/11/2023 10:40

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru

Masjid Al-Aqsha BSD Potong 161 Ekor Hewan Qurban Senilai Rp2,183 M

Masjid Al-Aqsha BSD Potong 161 Ekor Hewan Qurban Senilai Rp2,183 M

8 Jun 2025
Pecah Rekor, Share n Care 2025 Masjid Al-Aqsha Delatinos Kumpulkan Dana Rp672 Juta

Pecah Rekor, Share n Care 2025 Masjid Al-Aqsha Delatinos Kumpulkan Dana Rp672 Juta

15 Mar 2025
Gelar Bazar Pakaian, Jemaah Masjid Al-Aqsha Delatinos Berbagi untuk Palestina

Gelar Bazar Pakaian, Jemaah Masjid Al-Aqsha Delatinos Berbagi untuk Palestina

24 Feb 2025
Pawai Obor Menyambut Ramadhan, Antusiasme Warga Tumbuh Tinggi

Pawai Obor Menyambut Ramadhan, Antusiasme Warga Tumbuh Tinggi

23 Feb 2025
logo-alaqsha-footer

Alamat

Cluster Brazilia Delatinos BSD Serpong, Serpong, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15318

Email: redaksi@alaqshadelatinos.org

Media Partner

  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 Created by MediatrustPR. All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Aqsha Qurban
  • Berita Dunia Islam
  • Kabar Masjid
  • Info DKM
    • LAZ Al-Aqsha
    • Aqsha Mart
    • Aqsha Clinic
    • Aqsha Mualaf Center
    • Ummahat Al-Aqsha
    • Aqsha Share & Care
    • Madrasah Bisnis Al-Aqsha
    • Aqsha Muda (AQMA)
    • TPA Al-Aqsha
    • Aqsha Scholarship
  • Profil Jamaah
  • Lapak Jamaah
  • Ummahat
  • Kajian
  • Rangkuman Pengajian
  • Ibrah
  • Gaya Hidup Muslim
  • Aqsha Go West
  • Parade Foto

© 2025 Created by MediatrustPR. All Right Reserved