Alaqsha.or.id – Marilah sejenak kita cermati bersama, ternyata podium sementara saat ini dari posisi 1-3 notabene ditempati oleh para pemula (bukan dari segi usia tentunya). Mereka rata2 baru mulai aktif gowes di masa pandemi ini. Tahta juara bukan ditempati oleh rider2 penuh pengalaman dengan betis berurat serta tangan dan pantat yang sudah kapalan hebat.

Dirangkum dari berbagai narasumber melaui metode wawanacara model warung kopi serta kajian literatur secara akademis maupun klinis, maka komentator pinggir gelanggang kembali berusaha menyajikan fakta2 seputar penyebab mengapa para pemula bisa sebegitu menggila di kompetisi kali ini. Berikut beberapa hal yang diduga kuat menjadi penyebabnya, yang tentunya belum terbukti kebenarannya:

1. Ibarat org sedang jatuh cinta, gula jawa pun berasa coklat. Maka para pemula ini juga sedang semangat2nya untuk selalu bersepeda. Jangankan pagi hari atau hari libur, malam hari di hari kerja pun tetap semangat bersepeda. Berbeda dengan para pendahulunya yang sudah mulai kendor dan males2an gowesnya, terutama di klasemen papan bawah.

2. Contoh nyata perpaduan sempurna antara performa dengan talenta. Para pemula ini selain memiliki semangat juang tinggi dan skill memadai, semuanya didukung dapur pacu yang cukup mumpuni dengan postur tubuh yang memadai. Sehingga bore x stroke masing2 cukup untuk menempuh trek panjang dan lama tanpa kehabisan kompresi.

3. Dukungan mentor dan supporter. Masing2 memiliki keinginan belajar yang kuat untuk menimba ilmu dan gowes bersama mentor maupun penasehat spiritual. Back up dari para pemain di belakang layar, ditambah dengan dukungan spirit dari para supporter penggembira masing2 peserta juga merupakan modal kuat untuk memompa semangat kompetisi hingga saat ini.

4. Jago dalam strategy dan psywar. Mulai teknik menggunting dalam lipatan, bad guy good guy, strategy sun tzu memancing harimau turun gunung, ilmu kunyuk melempar buah hingga metode jinak-jinak merpati semua berhasil diaplikasikan dengan sempurna. Tak heran banyak yang terlena bahkan hingga ada yang meninggalkan gelanggang kompetisi karena tdk kuat menghadapi situasi seperti ini.

5. Keinginan bersedekah yang kuat. Inilah faktor utama mengapa mereka begitu menggila dalam bersepeda. Karena setiap kilometer yang didapatkan akan langsung dikonversikan menjadi sedekah untuk kebaikan bersama. Rupanya mereka WALAU BERSEPEDA TETAP SELALU INGAT JALAN MENUJU SURGA.

KUMPULKAN KEBAIKAN DARI SETIAP KM YANG KALIAN DAPATKAN

#komentatorpinggirgelanggang
#pemulajuara
#teamhore

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here